June 9, 2026

Sejarah

Sejarah Singkat Program Studi Urologi

Berdirinya program pendidikan dokter spesialis (PPDS) urologi di Indonesia dimulai oleh Prof. Oetama yang merupakan founding father ilmu urologi di Indonesia. Prof. Oetama merupakan ahli bedah pertama yang dikirim oleh pemerintah Indonesia ke Amerika Serikat untuk mengembangkan ilmu urologi di Indonesia. Pada tahun 1955, beliau berhasil menyelesaikan pendidikan urologinya. Selanjutnya, pada tahun 1960 beliau mendirikan sub bagian Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan menjadi guru besar urologi bangsa Indonesia yang pertama pada tahun 1965.

Pada tanggal 12 September 1973, sembilan spesialis urologi mendirikan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) di Yogyakarta. Mereka adalah Prof. Oetama, dr. H. Ramli, dr. P. Zaini, dr. Sadatoen S, dr. Ali Imran, dr. Djoko Rahardjo, dr. Widjoseno Gardjito, dr. Sahala Sihombing, dan dr. Thalib Bob Said. Setelah IAUI berdiri dimulailah pengembangan pelayanan urologi di Jakarta dan Surabaya, kemudian Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Medan. Sebelum tahun 1978, pendidikan urologi terdiri dari 5 (lima) tahun pendidikan spesialis bedah dan 2 (dua) tahun pendidikan urologi. Setelah tahun 1978, sistem pendidikan dirubah menjadi pendidikan bedah dasar selama 2 (dua) tahun dan pendidikan urologi selama 2 (dua) tahun yang kemudian menjadi 2 (dua) tahun bedah dasar dan 3 (tiga) tahun urologi di Jakarta dan Surabaya.

Pada saat ini terdapat lima pusat pendidikan untuk PPDS Urologi di Indonesia, Fakultas Kedokteran Universita Indonesia (FKUI) Jakarta dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya sejak tahun 1983, Fakultas Kedokteran Universitas  Padjajaran  (FK  Unpad)  Bandung  sejak  tahun  2007,  Fakultas  Kedokteran Universitas  Gadjah  Mada  (FK  UGM)  Yogyakarta  sejak  tahun  2010,  dan  Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Malang sejak 2012.

Pembentukan Prodi Urologi dibawah naungan Departemen Ilmu Bedah FK Unhas sejak awal dirintis oleh Prof. dr. Achmad M. Palinrungi, Sp.B., Sp.U., dan Prof. DR. dr. Hamdja R. Malawat, Sp.B., Sp.U., sejalan dengan rencana strategis Unhas dan Fakultas Kedokteran Unhas. Selain sebagai akses pemerataan pendidikan, pembentukan Prodi Urologi merupakan usaha pemerataan pelayanan kesehatan terutama di Kawasan Timur Indonesia sebagaimana ditegaskan dalam UUD 1945 bahwa pelayanan Kesehatan yang terjangkau dan bermutu adalah hak setiap warga negara. Hal tersebut sesuai dengan rumusan rencana strategis Fakultas Kedokteran Unhas tahun 2020-2024 dalam hal pengabdian masyarakat yang humanis dan inovatif dengan hilirisasi hasil riset unggulan berbasis keunggulan lokal. Hal tersebut juga sesuai dengan program strategis pengembangan budaya mutu dalam Rencana Jangka Panjang Universitas Hasanuddin (RP Unhas) 2030 berupa kegiatan peningkatan layanan pembelajaran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan pengembangan kurikulumnya serta kegiatan peningkatan kualitas dan jumlah penerapan riset hasil unggulan untuk peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan, dan daya saing bangsa dalam program strategis penerapan dan penyebaran IPTEKS bagi kemaslahatan Benua Maritim Indonesia.

Proses pendidikan di Prodi Urologi mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan urologi terkini yang disesuaikan dengan tuntutan mutu pelayanan rumah sakit dan peningkatan mutu proses pembelajaran sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi sehingga dapat menghasilkan dokter spesialis urologi yang siap menghadapi dan memiliki peluang memenangkan tantangan kehidupan yang semakin kompleks.