
Makassar, Rabu 11 Juni 2025 – Auditorium Prof. Dr. dr. Idrus Andi Paturusi, RS. Unhas
Dr. Abdul Azis, Sp.U(K), staf pengajar Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Urologi, resmi meraih gelar doktor setelah berhasil menjalani sidang terbuka promosi doktor yang diselenggarakan oleh Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, pada Rabu, 11 Juni 2025.
Dalam sidang terbuka tersebut, Dr. Abdul Azis mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul:
“AKTIVITAS ANTI KANKER EKSTRAK KURMA AJWA (Phoenix dactylifera L.) PADA CELL LINE KANKER PROSTAT PC3: ANALISIS TERHADAP KADAR MCL-1 DAN EKSPRESI EGFR SERTA P53.”
Penelitian ini mengeksplorasi potensi ekstrak kurma Ajwa sebagai agen antikanker alami terhadap sel kanker prostat PC3, dengan fokus pada pengaruhnya terhadap kadar MCL-1 serta ekspresi EGFR dan P53. Temuan dari studi ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan terapi komplementer berbasis bahan alam yang aman dan efektif untuk pengobatan kanker prostat.
Momen bersejarah ini semakin istimewa dengan kehadiran langsung Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian akademik Dr. Abdul Azis. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya riset-riset inovatif berbasis kekayaan alam Indonesia sebagai bagian dari kontribusi ilmiah universitas terhadap pembangunan kesehatan nasional.
Sidang terbuka ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran, para guru besar, pembimbing, kolega, dosen, serta mahasiswa. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh penghargaan terhadap dedikasi Dr. Abdul Azis selama menempuh pendidikan doktoral.
Dengan resmi menyandang gelar doktor, Dr. Abdul Azis, Sp.U(K) diharapkan semakin memperkuat perannya dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi rekan sejawat dan generasi muda di dunia kedokteran.
Selamat kepada Dr. Abdul Azis atas pencapaian gemilang ini. Semoga ilmu dan penelitiannya terus memberi manfaat luas bagi masyarakat dan perkembangan dunia medis di Indonesia.


